Free Flower Color Change1 Cursors at www.totallyfreecursors.com
mutmainnah syam

daun

Saterdag 15 Junie 2013

DAFTAR NAMA SEKOLAH ADIWIYATA 2013


Daftar sekolah adiwiyata tahun 2013 diumumkan Senin (10/6). Sebanyak 120 sekolah seINDONESIA menerima penghargaan sebagai sekolah Adiwiyata Mandiri. Pengumuman dan penganugerahannya ini merupakan rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup di Indonesia bersamaan dengan pengumuman kota peraih adipura, penerima kalpataru, dan Penyusun Status Lingkungan Hidup Daerah Terbaik.
Sebanyak 22 sekolah menerima penghargaan sebagai Sekolah Adipura langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara, sedangkan sisanya penghargaan kepada 98 sekolah adiwiyata diberikan oleh Menteri Lingkungan Hidup Prof. Dr. Balthasar Kambuaya, MBA.
Sekolah penerima adiwiyata adalah sekolah tingkat SD, SMP, dan SMA dari seluruh Indonesia yang dinilai peduli dan berbudaya lingkungan, yang bertujuan untuk mewujudkan warga sekolah yang bertanggung jawab dalam upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup melalui tata sekolah yang baik untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.

Daftar Sekolah Adiwiyata Tahun 2013

Ke-120 sekolah adiwiyata tahun 2013 adalah sebagai berikut:
  • Bali
    1. SMAN 1 Denpasar, Kabupaten  Gianyar
    2. SMAN 1 Sukawati, Kota Denpasar
    3. SMP Wisata Sanur, Kabupaten  Gianyar
    4. SMAN 1 Tampaksiring, Kabupaten  Gianyar
    5. SMPN 2 Ubud, Kabupaten  Karangasem
    6. SDN 1 Selumbung, Kabupaten Karangasem
  • Banten
    1. SD Dharma Karya UT, Kota Tangerang Selatan
    2. SMAN 9 Tangerang Selatan
  • D.I. Yogyakarta
    1. SDN 4 Wates, Kabupaten Kulonprogo
    2. SD Tarakanita, Bumijo, Kota Yogyakarta
    3. SMKN 1 Pengasih, Kabupaten Kulonprogo
    4. SD Kanisius Kadirojo, Kabupaten Sleman
  • Jawa Barat
    1. SMPN Unggulan Sindang, Kabupaten Indramayu
    2. SMAN 1 Krangkeng, Kabupaten Indramayu
  • Jawa Tengah
    1. SMPN 1 Kudus, Kabupaten Kudus
    2. SMKN 1 Mojosongo, Kabupaten Boyolali
    3. SMPN 1 Tegowanu, Kabupaten Grobogan
    4. SDN 4 Boyolali, , Kabupaten Boyolali
    5. SD Cahaya Nur Kudus, Kabupaten Kudus
    6. SMKN 1 Temanggung, Kabupaten Temanggung
    7. SMKN 1 Kudus, Kabupaten Kudus
    8. SMKN 2 Semarang, Kota Semarang
  • Jawa Timur
    1. SMPN 16 Surabaya, Kota Surabaya
    2. MAN Jombang, Kabupaten Jombang
    3. SMKN 1 Turen, Kabupaten Malang
    4. SMPN 1 Kediri, Kota Kediri
    5. SMKN 2 Probolinggo, Kota Probolinggo
    6. SDN Perak Barat, Kota Surabaya
    7. SMPN 26 Surabaya, Kota Surabaya
    8. MTsN Jabung Talun, Kabupaten Blitar
    9. SMAN 2 Mojokerto, Kota Mojokerto
    10. SMAN 1 Grogol , Kabupaten Kediri
    11. SD Islam Yamassa, Kota Surabaya
    12. SMKN 1 Malang, Kota Malang
    13. SMPN 4 Kediri
    14. SMPN 2 Jetis, Kabupaten Mojokerto
    15. SMAN 1 Puri, Kabupaten Mojokerto
    16. SMAN 2 Tuban, Kabupaten Tuban
    17. SMPN 2 Gondang Wetan, Kabupaten Pasuruan
    18. SMPN Gampengrejo, Kabupaten Kediri
    19. SMPN 2 Rengel, Kabupaten Tuban
    20. SD Alam Insan Mulia, Kota Surabaya
    21. SD Hangtuah 10, Kabupaten Sidoarjo
    22. SMPN 1 Tembelang, Kabupaten Jombang
    23. SDN Made 3, Kabupaten Lamongan
    24. SMPN 2 Madiun, Kota Madiun
    25. SMKN 1 Jenangan, Kabupaten Ponorogo
    26. SMPN 2 Lamongan, Kabupaten Lamongan
    27. SMPN 1 Manding, Kabupaten Sumenep
    28. SMPN 1 Gondang Wetan, Kabupaten Pasuruan
    29. SMAN 1 Tuban, Kabupaten Tuban
    30. SMAN 1 Driyorejo, Kabupaten Gresik
    31. SMAN 3 Magetan, Kabupaten Magetan
    32. SMPN 1 Prambon, Kabupaten Nganjuk
    33. SMKN 1 Banyuwangi, Kabupaten Banyuwangi
    34. SDN Kepanjen 2, Kabupaten Jombang
    35. SMKN 1 Pasuruan, Kota Pasuruan
    36. SMAN 1 Manyar, Kabupaten Gresik
    37. MIN Doho, Kabupaten Madiun
    38. SMPN 10 Probolinggo, Kota Probolinggo
    39. SMAN 1 Torjun, Kabupaten Sampang
    40. SDN 06 Ngunut, Kabupaten Tulungagung
    41. SMPN 4 Surabaya, Kota Surabaya
    42. SDN Purwantoro I, Kota Malang
    43. SDN 4 Tulungrejo, Kota Batu
    44. SDN Kebonagung, Kota Pasuruan
    45. SMAN 8 Malang, Kota Malang
  • Kalimantan Timur
    1. SD Kemala Bhayangkari, Kota Balikpapan;
    2. SDN 006 Sangkulirang, Kabupaten Kutai Timur;
    3. SD 1 YPPSB Sangatta, Kabupaten Kutai Timur;
    4. SMKN 1 Tarakan, Kota Tarakan;
    5. SMPN 3 Tanjung Palas, Kabupaten Bulungan;
    6. SD 3 YPPSB Sangatta, Kabupaten Kutai Timur;
  • Kalimantan Barat
    1. SMPN 3 Ketapang, kabupaten ketapang;
  • Kalimantan Selatan
    1. SMPN 4 Martapura, Kabupaten Banjar;
  • Kepulauan Bangka Belitung;
    1. SMA Setia Budi Sungailiat, Kabupaten Bangka;
    2. SMAN 1 Pangkalpinang, Kota Pangkalpinang;
    3. SDN 33 Pangkalpinang, Kota Pangkalpinang;
  • Papua
    1. SDN 3 Abepura, Kota Jayapura;
    2. SMAN 4 Entrop Jayapura, Kota Jayapura;
  • Riau
    1. SMAN 2 Siakhulu, Kabupaten Kampar;
    2. SMAN 1 Bangkinang, Kabupaten Kampar;
    3. SMKN 1 Dumai, Kota Dumai;
    4. SMKN 2 Teluk Kuantan Singingi, Kabupaten Kuantan Singingi;
  • Sulawesi Selatan
    1. SMAN 3 Sengkang, Kabupaten Wajo;
    2. SMPN 2 Maros , Kabupaten Maros;
    3. SMAN 1 Pangkep, Kabupaten Pangkep;
    4. MTsN 410 Tanete, Kabupaten Bulukumba;
    5. SMAN 2 Sengkang, Kabupaten Wajo;
    6. SD Inpres Maccini, Kota Makassar;
    7. SMPN 8 Makassar, Kota Makassar;
    8. SD Pertiwi Makassar, Kota Makassar;
    9. SMAN 12 Bulukumba, Kabupaten Bulukumba;
    10. SMPN 17 Makassar, Kota Makassar;
  • Sumatera Barat
    1. SMAN 6 Padang, Kota Padang;
    2. SDN 05 Pauh Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman;
    3. SDN 06 Aur Tajungkang Tengah Sawah, Kota Bukittinggi;
    4. SDSN 20 Indarung, Kota Padang;
    5. MAN 2 Padang, Kota Padang;
    6. SMAN 2 Lubuk Basung, Kabupaten Agam;
    7. SDN 01 Pau Kurai Taji, Kota Pariaman;
    8. SDN 17 Aro, Kota Solok;
    9. SDN 10 Sungai Sapiah, Kota Padang;
    10. SMP Semen Padang, Kota Padang;
  • Sumatera Selatan
    1. SMPN 6 Unggul Sekayu (Unggulan), Kabupaten Musi Banyuasin;
    2. SMA Bukit Asam, Kabupaten Muara Enim;
    3. SMAN 17 Plus, Kota Palembang;
    4. SMPN 54 Palembang, Kota Palembang;
    5. SMKN 2 Palembang, Kota Palembang;
    6. SDN 20 Martapura, Kabupaten Oku Timur;
  • Sumatera Utara;
    1. SMPN 2 SUNGGAL, Kabupaten Deli Serdang;
    2. SDN 112305, Kabupaten Labuhan Batu Utara;
    3. SDN 050728, Kabupaten Langkat;
    4. SDN 0580111, Kabupaten Langkat;
    5. SD Swasta Pertiwi, Kota Medan;
    6. SMPN 1 Langkat, Kabupaten Langkat;
    7. SMAN 1 Langkat, Kabupaten Langkat;
    8. SDN 105855 PTPN II, Kabupaten Deli Serdang;
    9. MIN Padang Bulan, Kabupaten Labuhan Batu;
    10. MAN Kisaran, Kabupaten Asahan;
bagi sekolah yang dapatkan gelar adiwiyata Semoga benar-benar mampu membuat warga sekolah menjadi insan yang bertanggung jawab dalam upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, bangga banget menjadi alumni SMA NEGERI 3 SENGKANG UNGGULAN KABUPATEN WAJO, sekolah yang sangat disiplin dan gudang prestasi. 


Donderdag 13 Junie 2013


AINHA FRONTAL
Kamis 13 juni 2013, masih pagi-pagi nih,bête dikamar sendiri, tiga mata kuliah yang harusnya berjalan hari ini batal semua, hmmmm yang baca pasti nebak hati gue riang, gak men…….gaaaaakkkkkk!!! gara-gara dosen jarang masuk jadwal yang udah gue rencanain jauh-jauh hari batal semua, bener-bener gak asyik, harusnya minggu ini thu semua dosen menggelar ujian akhir untuk semester dua ini, tapi nyatanya apa? Masih ada mata kuliah sampai ngutang 7 kali pertemuan, busyeeeetttt… tanggung jawab dikemanain pak… harusnya minggu ini semua ujian kelar, lalu gue bisa berangkat ke Kediri belajar bahasa inggris di pare kampong inggris, lah kalau kayak gini batal kan jadinya? Mana ramadhan tinggal menghitung pekan lagi, dosen bener-bener egois, nuntut kita bayar cepet uang SPPnya, sebelum masuk kuliah hari pertama udah harus lunas malah, yang gak lunas namanya gak bakalan ada di absen, atau bahkan dianggep cuti, cuiiii cui….. gak feer banget tau ggak, tiap hari kami datang kuliah, bayangkan rumah temen gue yang jauh dimanuruki sana, udah desak2an pagi-pagi dipete-pete pas sampai kampus dosennya alfa, coba sekali-kali doang alfanya, bisa ditoleran thu, kami kan baik, pengertian…hahahaha nah ini berkali-kali men…(kepala gue keluar asepppp gitu, panas)hehehe rada-rada lebay gak papa lah, wong dosen juga agak lebay, suka masang kontrak perkuliahan diawal pertemuan, sok tegas abis, eh ujung-ujungnya yang pertama langgar konrak dia juga,seperti yang tadi gue bilang kami baik hati dan pengertian, kalo gak baik hati thu kontrak pelajaran yang dia langgar seandainya ada hitam diatas putih bisa diajukan dipengadilan itu mah, eitsss…. Lupa gue jelasin, dari tadi kami kami aja….kami itu maksud gue anak-anak manisi’nya jurusan hukum acara peradilan dan kekeluargaan universitas islam negeri alauddin Makassar kelompok SATU DUA  angkatan 2012 alyas lebih beken disebut jurusan peradilan agama, gue juga sering bertanya-tanya jurusan gue rakus amat yak pake dua nama sekaligus, ketahuan gak konsisten,haha yah emang gitu didalamnya hidup manipulasi konsistensi, gue jelasin yah semester lalu pernah ada dosen yang janji ujian akhir semester satu, udah nentuin harinya, kami pun datang berbondong-bondong nunggu dengan mulut komar-kamit*mara-marah berarati, gimaan gak marah coba bro kami dijanji berkali-kali dan setiap kami dijanji hari ujian kami datang tepat waktu dan dosennya sendiri gak datang men…. Kurang apa coba semangat kami mau ujian,hahaha dan akhirnya apa?UJIAN MID gak kelar, Ujian akhir semester satu diadakan di semester dua, itupun karena kami diwakili ketua tingkat *lupa gue ah nama ketua tingkat gue siapa, hehe just kidding, namanya alam, terus mendesak sampai kita akhirnya ujian,  untung nama ketua tingkat gue alam, kalo gak guelah mahasiswi terbego belajar bahasa arab, satupun gak ada penjelasan dosen yang masuk diotak gue, tapi karena nama keti gue, alyas ketua tingkat gue ALAM, makanya gue gak pernah lupa satu penjelasan tentang isim alam cui….isim alam adalah nama orang. Hahaha itu doang yang paling gue inget. Gak usah minta gue berterima kasih sama alam soalnya ribet, gue harus telusuri dan nyari sampai dapet orang yang beri dia nama, ribet kan? Gak ah gak usah dicari….intinya gue beruntung nama keti gue alam.
Broooo..brooo…. ada kesibukan yang harus gue utamakan, tanggung jawab yang gue emban untuk membangun dan memajukan Negara terlalu berat *muka serius. Eeiiitttsss bacanya jangan serius amet lah, santai bro..santai. nih gue aja ngetik dengan santai, ini masih prolog,uneg-uneg gue bukan ini intinya. Ya udah gue mulai ngeluarin satu persatu biar gue plong yah bro…terserah deh loe-loe pade mau baca atau gak, toh nih tulisan bukan gue peruntukkan untuk loe-loe pade kok, ini bagian dari diari pribadi gue, cumen yah gue post aja, iseng doang kok, siapa tahu aja ada yang merasa terzalimi kayak gue*hahaha bahasanya lebay amet. Gak, maksud gue siapa tahu ada diantara kalian yang unya uneg-uneg persis sama kayak uneg-uneg gue. Keuangan gue lagi menipis bro,uang merah tinggal beberapa lembar doang, uang arisan belum keluar2 sampai skrg,hehe gue  gak bisa ngundang uya kuya diuin bantu ngeluarin uneg-uneg 2013 kiteeeee…makanya gue lari ke diary, diary masih jaman kah? Masih dong… rata-rata penulis buku thu kalau ditanya apa prinsip dasarnya sehingga bukunya bisa jadi, jawabanya simple biasanya” gak ada prinsip-prinsipan sih, pada dasarnya menulis adalah hobi, bermula dari menulis diary sih”,  jawabannya gitu, tapi jangan Tanya gue yah, gue mah rajin banget nulis diary tapi novel gue gak kelar-kelar, mandek di lembaran ke 27, males nerusin, padahal kalo jadi gue yakin bakala jadi best seller thu novel*hahaha pede amet. Gak papa…aminin dong bro….kembali keuneg-uneg 2013 lagi nih kita, jadi gini, gue rada-rada kecewa tau gak sih kuliah diuin, rasanya gue masuk uin gini-gini aja, peningkatannya selangkah kura-kura doang, sebenarnya uin bagus banget untuk gue,soalnya bisa nambah wawasan keagamaan gue yang kurang, bias alumni SMA,tapi janga diremehin, gue yakin banyak alumni SMA yang pengetahuan agamanya banyak ketimbang yg pernah nyantri di psantren, tapi yang gue permasalahkan thu bukan ilmu agama yg gue dptkan di uin brooo, tapi lebih kepada kurang disiplinnya proses perkuliahan diuin, kemarin di seminar lintas organisasi gue catet banget perkataan SEKRETARIS JURUSAN, katanya langkah awal membangun peradaban di uin adalah MENERTIBKAN PERKULIAHAN, cui…cui…..gimana kuliah mau tertib, gue jelasin yah, pertama dosen kadang kami udah datang pagi-pagi kekampus, seger, bedak masih memancar, shedow masih berwarna, liplos masih mengkilap, dan semangat masih membara tapi dia malah alfa, berkali-kali gak masuk akhirnya gelisah sendiri, ambilah dia  inisiatif sendiri masuk ngajar pada tanggal merah, sadar gak sih dia merampas hak libur kita?hak bertemu mama papa?hak meluangkan waktu untuk pacr?*bagi yg punya, mau dikata perduli mata kuliah dan tanggung jawab karena kerajinan banget masuk, tanggal merah diembatnya juga tapi gak masuk kategori rajin  thu, soalnya egois banget, melanggar kebijakan Negara ini mah, negera udah berusaha mempersatukan indo, tanggal merah gak ada dinas, gak ada aktivitas disekolah dan dikampus, malah anak hukum merusak. Miris :’( kedua bro…mid semester dan final disemester satu diadakan disemester dua, mana ada universitas kayak gini? Negraa lagi yang punya. seperti yang gue jeasin tadi diatas, gak usah gue ulang lagi yah bro, soalnya gue yakin yang baca ini otaknya bukan otak lalod selalod jaringan wifi fakultas kalo udah banyak manusia yang online, ketiga nih bro masa’ nilai semester satu sampai sekarang belum keluar? PHP banget thu dosen, ini kan hak kita untuk tau hasil study kita, ya nggak,  susah amet yah ngasi masuk nilai? Atau gue curiga nih jangan-jangan jawaban ujian kita belum diperiksa sampai sekrang? Oooowww my god….gak kebayang gue, nih gue terdampar dimana sih sebenarnya kuliahnya, kalau misalnya dosennya dah setor nilai berarti salah operator nih, nah lah loe wahai operator-operator ngapain aja loe? Udah digaji juga kerjaan loe gak becus amet, butuh waktu berapa bulan untuk amsukin satu file aja diportal? Makan gaji buta gak baik loh. keempat broo gimana mau tertib kuliahnya kursi dikelas  aja gak memadai, kadang gak cukup jadi harus narik kursi dikelas lain, udah gitu kursinya kacau banget gak ada mejanya cui..alhasil kita nulis diatas paha *sabaaaaaarrrr , ikhlaskan uang orang tuamu bro…mana bisa bisa konsen kalao kayak git mah? belum lagi kalau gue mau pipis nih…masa wc fakultas yang tiap lantai ada 4 tapi yang terbuka cumen satu itupun kalau ada koin*KATRO BANGET MEN,masih mending kalo terbuka airnya ngalir, trpaksa gue harus buru-buru ke wc masjid bro. itupun wcnya amis banget, jorok rok rok rok……!!!fakultas pelit amat WC thu dibuat untuk dipake, kenapa harus dikunci semua sih? tanggung jawab kalau sakit ginjal gara2 nahan pipis loe pak! Sebenarnya banyak uneg-uneg gue bro,kali ini  gue pos empat dulu yah, tadi udah gue pikir2 ada 30an lebih uneg2 gue, bagi  yang mau baca selanjutnya silahkan ketik reg(spasi)ainhafrontal(spasi)smashblas kirim ke 08991864704. Kalau permintaan banyak gue lanjutin janji! Lain kali disambung browwwwwwwwww...
gimana?keempat uneg-uneg gue jadi uneg-uneg loe juga gak nih?kalo gak, berarti perlu dipertanyakan keseriusan belajar loe,hehehheehhe.

Woensdag 12 Junie 2013

Ketika jilbab hanya sekedar mode




 - Salah satu kelemahan umat islam adalah  karena pelaksanaan ibadah yang sekedar menjadi rutinitas simbolik. Ibadah dipandang hanya sebagai kewajiban dan bukannya kebutuhan sehingga bila tidak dilaksanakannya si pelanggar akan mendapatkan punishment berupa dosa. Esensi ibadah juga tidak dapat ditangkap apalagi dapat di aplikasikan kedalam kehidupan sehari-hari. Akhirnya ibadah hanya menjadi ritus yang selesai begitu sudah dilaksanakan, begitulah  kira-kira kritik yang dihembuskan oleh Abdul Munir Mulkan.

Sholat tidak ditangkap sebagai kontrol terhadap kesalahan dan dosa yang dilakukan oleh panca indera serta seluruh anggota tubuh. Akibatnya fenomena STMJ ( Sholat terus maksiat jalan ) merupakan kejadian biasa dalam kehidupan sehari-hari. Banyak pejabat yang taat melaksanakan sholat tetapi tidak sedikit diantara mereka yang tidak sungkan melakukan korupsi. Setiap hari jumat masjid selalu penuk oleh sesaknya umat islam. Tetapi berbagai tindakan kejahatan juga tidak pernah surut bahkan cenderung meningkat. Yang lebih ironi adalah karena pelakunya juga sebagian besar adalah yang mengaku beragama Islam.

Pun begitu juga dengan perintah pelaksanaan jilbab. Kewajiban ini sejatinya bertujuan sebagai hijab guna menutupi dan melindungi aurat kaum muslimat Akan tetapi pada akhirnya berubah menjadi mode semata. Secara kuantitas  kaum muslimat yang mengenakan jilbab semakin meningkat. Hal ini bisa dibuktikan dengan semakin banyaknya para pelajar dan mahasiswi di kampus-kampus yang memamakai Jilbab. Tetapi yang patut disayangkan gerakan jilbabisasi tersebut kehilangan esensinya. Banyak para pemudi islam yang menutupi kepala dan telinganya dengan kerudung tetapi sangat suka memakai baju-baju ketat sehingga lekuk-lekuk tubuhnya secara kasat mata menjadi kelihatan.

Secara akal, sebenarnya yang merangsang lawan jenis tentunya bukanlah kepala, rambut maupun telinganya yang ditutupi, akan tetapi justru penampakan tonjolan dan lekukan tubuh. Jilbabisasi yang salah kaprah tersebut tentunya tidak bisa menjawab segala problem sossial. Budaya free seks, kehamilan diluar nikah, pemerkosaan, pelecahan social yang korbannya tidak sedikit memakai jilbab yang salah kaprah adalah bukti kongkret dari kealpaan kita dalam menangkap esensi dari suatau ibadah.

Bukan hanya itu, jilbabisasi tidak lebih dari sebagai komoditas industri yang hanya menguntung para pemilik kapital, juragan mode dan orang-orang berduit yang telah melahirkan mode-mode jilbab. Suburnya toko maupun butik yang meyediakan pakaian muslimat bukanlah suatu hal yang patut dibanggagakan. Berkembangnya sektor tersebut hanya menempatkan umat islam (pemudi Islam umumnya) sebagai obyek penghasil profit bagi para pebisnis kakap yang berkecimpung didalamnya.

Untuk itulah sudah saatnya kita menyadari kealpaan kita. Pemurnian kembali jilbabisasi merupak hal yang amat penting bukan saja semata-mata untuk melaksanakan tuntutan agama, tetapi lebih jauh dari itu supaya dapat mengatasi berbagai persolan sosial. Jilbab hendaknya jangan sekedar dipandang mode dan style apalagi hanya karena tuntutan sekolah, keluarga, lingkungan maupun agama. Akan tetapi pandanglah sebagai kebutuhan yang dapat memberikan perlindungan terhadap si pemakai itu sendiri. Dan satu hal yang tidak kalah pentingnya, memakai jilbab juga tidak hanya selesai menutup kepala, melindungi tonjolan dan lekukan agar tidak kelihatan oleh orang yang bukan muhrim juga merupakan elemen penting yang tidak boleh ditinggalkan. Syukur-syukur pemakaian jilbab juga dibarengi dengan menutupi (Menjaga) perilaku dan sikap kita yang tidak patut  dilakukan selayaknya seorang muslimah. Bukankah Demikan !

Penulis: Fayumi Umamah-Penulis adalah Civitas akademika Universitas Muhammadiyah Malang  [gulbarian_ahmad@yahoo.com ]

Maandag 10 Junie 2013

DIATAS BAHAYA


Malam ini udara dingin sekali. Vivin yang sedang berdiri di halte, mengusap-usap telapak tangannya untuk mengusir dingin. Sayup-sayup terdengar suara burung hantu di kejauhan. Vivin mengutuk bossnya dalam hati, karena memaksanya berangkat pada jam yang sangat tidak menyenangkan ini.
Vivin ditugaskan untuk mengantarkan sebuah paket ke sebuah gudang tua di ujung kota. Perjalanan ke sana memerlukan waktu sekitar setengah jam, dan satu-satunya jenis angkutan umum yang tersedia adalah bis bertingkat yang sudah tua dan jalannya lambat. Setelah menunggu lama, akhirnya bis itu muncul.
Vivin pun naik. Hanya ada beberapa penumpang saja yang terlihat. Vivin terus melangkah menuju tangga karena dia memutuskan untuk duduk di tingkat atas saja. Tetapi langkahnya dihentikan oleh seorang nenek keriput yang duduk di dekat tangga. Nenek itu berkata,"Jangan naik ke atas, nak. Di atas berbahaya."
Vivin terkejut. Dia pernah mendengar kisah-kisah menyeramkan tentang bis bertingkat seperti yang pernah diceritakan teman-temannya. Karena merasa ngeri, Vivin pun mengurungkan niatnya untuk naik ke atas. Setelah memilih sebuah bangku yang agak jauh, Vivin duduk sambil membayangkan hal-hal yang mengerikan yang mungkin terjadi.
Perjalanan 30 menit yang menegangkan itu pun akhirnya dapat dilalui. Vivin telah sampai di tempat tujuannya, ketika bis bertingkat itu berhenti di sebuah halte. Vivin turun sambil menarik nafas lega, sementara bis itu kembali melanjutkan perjalanannya.
Keesokan malamnya, satu malam sebelum malam Imlek, Vivin kembali ditugaskan bossnya untuk mengantarkan sebuah paket lagi ke gudang yang sama. Vivin pun kembali berangkat menuju halte. Bis yang sama dengan bis yang kemarin muncul lagi. Vivin naik. Penumpang bis yang terlihat hanya beberapa orang saja. Vivin lalu berjalan menuju tangga.
Tetapi di sana Vivin kembali dihentikan oleh seorang nenek keriput yang duduk di dekat tangga. Nenek yang sama dengan yang kemarin. Nenek itu berkata,"Jangan naik ke atas, nak. Di atas berbahaya.". Vivin teringat dengan pengalamannya kemarin. Ia merasa takut dan memilih untuk duduk di sebuah bangku yang agak jauh dari tangga.
Setelah 30 menit, bis bertingkat itu akhirnya berhenti di halte tempat tujuan Vivin. Vivin turun dengan perasaan lega. Dan bis itu pun melanjutkan perjalanan kembali. Keesokan harinya, Vivin kembali diberi tugas oleh bossnya untuk mengantarkan sebuah paket lagi ke gudang yang sama dengan sebelumnya. Vivin menunggu bis di halte sambil melihat ke sekelillingnya.
Ketika bis bertingkat yang ditunggunya datang, Vivin naik. Bis itu adalah bis yang sama dengan yang kemarin. Vivin melihat ke arah bangku di dekat tangga, dan benar saja, nenek yang sama dengan yang kemarin terlihat duduk di situ. Vivin lalu mendekati nenek keriput itu.
Sebelum nenek itu berkata apa-apa, Vivin mendahuluinya, "Nek, apapun yang akan Nenek katakan, saya tetap akan naik dan duduk di atas. Malam ini adalah malam begitu cerah, saya tidak takut akan sesuatupun." Tanpa menunggu jawaban apa-apa dari nenek tua itu, Vivin lalu naik ke atas. Tidak ada penumpang satu orang pun di atas. Vivin memilih untuk duduk di dekat jendela, dan menunggu dengan perasaan tegang.
Tetapi hingga 30 menit berlalu, tidak terjadi apa-apa. Akhirnya Vivin sampai di tempat tujuan, dan bis itu berhenti di sebuah halte. Vivin turun dari tingkat atas dan mencari si nenek keriput di dekat tangga. Setelah bertemu, lalu Vivin bertanya, "Nek, kenapa sih, Nenek melarang penumpang untuk naik ke atas? Saya sudah mencoba sendiri, ternyata di atas tidak ada apa-apa yang membahayakan. Sebenarnya ada apa sih, nek?".
Sambil menunjukkan jarinya ke atas, nenek keriput itu menjawab, "Di atas berbahaya, nak. Tidak ada supirnya." 

KHUSYUK


Anton, Andy dan Anang adalah temen deket bahkan sholat tarawih aja mereka harus berjajar. Ketika sedang sholat tarawih, Anton berbisik sama Andy.
Anton : "Waduh gawat Hp ku ketinggalan di tempat wudhlu."
Andy : "Ton, kamu nggak tau hukum sholat ya?"
Anton : "Kenapa emang?"
Andy : "Sholat itu nggak boleh ngomong."
Anton : "O,iya,ya..."
Ternyata Anang mendengar kata Andy.
Anang : "Iya ton sholat tu kayak aku nich nggak ngomong baru namanya khusuk." 

69 ENAM PULUH SEMBILAN


Dua orang karyawati sedang ngerumpi saat jam makan siang
A: Tau ga 70 hal yang paling disukai wanita?
B: Emangnya apaan koq banyak banget?
A: Pertama, Shopping....
B: Terus yang berikutnya apa?
A: Emm..sisanya 69 (enam sembilan) he..he...
B: ??????? 

AIR MINUM


Seorang anak laki-laki disuruh tidur oleh bapaknya karena waktu tidur malam sudah tiba...lima menit kemudian, dari dalam kamar terdengar suara: "Pa-ak..."
"Apa?"
"Saya haus. Tolong ambilkan air minum, ya?"
"Tidak. Sudah waktunya tidur. Lampu² sudah dimatikan."
Lima menit kemudian: "Pa-aaaak..."
"APA?" Bapaknya sudah mulai marah.
"Saya HAUS... Tolong ambilkan air minum, dong??"
"Sudah bapak bilang TIDAK! Kalau masih minta lagi, nanti bapak pukul pantatmu!!"
Lima menit kemudian: "Paaaa-aaaak..."
"APA??!!" Bapaknya menjadi marah sekali
"Kalau bapak masuk kamar untuk memukul pantatku, tolong sekalian bawakan air minum, ya?"