Free Flower Color Change1 Cursors at www.totallyfreecursors.com
mutmainnah syam: ILMU PENGETAHUAN ALAM

daun

Wys tans plasings met die etiket ILMU PENGETAHUAN ALAM. Wys alle plasings
Wys tans plasings met die etiket ILMU PENGETAHUAN ALAM. Wys alle plasings

Sondag 02 Junie 2013

LAPORAN PERCOBAAN ANTIBIOTIK "DAUN SIRI"


BAB I
  PENDAHULUAN
A.Latar Belakang      
Dalam farmakologi Cina, sirih dikenal sebagai tanaman yang memiliki sifat hangat dan pedas. Secara tradisional mereka menggunakan daun sirih untuk meluruhkan kentut, menghentikan batuk, mengurangi peradangan, dan menghilangkan gatal. Pada pengobatan tradisional India, daun sirih dikenal sebagai zat aromatik yang menghangatkan, bersifat antiseptik, dan bahkan meningkatkan gairah seks. Dengan sifat antiseptiknya, sirih sering digunakan untuk menyembuhkan luka padakaki karena mengandung styptic untuk menahan pendarahan dan vulnerary, yang menyembuhkan luka pada kulit (menyembuhkan kulit atau kaki). Juga bisa dikunyah untuk memperbaiki suara penyanyi. Dari hasil penelitian diungkapkan bahwa sirih juga mengandung arecoline di seluruh bagian tanaman. Zat ini bermanfaat untuk merangsang saraf pusat dan daya pikir, meningkatkan gerakan peristaltik, dan meredakan dengkuran. Daunnya mengandung eugenol yang mampu mencegah ejakulasi dini, membasmi jamur Candida albicans, dan bersifat analgesik (meredakan rasa nyeri). Daunnya juga kandungan tannin yang bermanfaat mengurangi sekresi cairan pada vagina, melindungi fungsi hati, dan mencegah diare.
Daun sirih dapat juga digunakan untuk obat keputihan yang khasiat penyembuhannya pernah diuji secara klinis. Ini diungkapkan oleh Amir Syarif dari Bagian Farmakologi Universitas Indonesia. Ia mengatakan bahwa daun sirih punya khasiat yang lebih bermakna dibandingkan dengan plasebo. Pengujian melibatkan 40 pasien penderita keputihan yang tidak sedang hamil, menderita diabetes melitus, ataupun penyakit hati, dan ginjal. Dua puluh di antaranya mendapatkan daun sirih, sedang sisanya diberi plasebo. Baik daun sirih maupun plasebo itu diberikan pada vagina sebelum pasien tidur selama tujuh hari. Dari 40 pasien tersebut, 22 orang mendapat pemeriksaan ulang, masing-masing 11 mendapat plasebo dan daun sirih. Hasil pengujian ini membuktikan sekitar 90,9 persen pasien yang mendapat daun sirih dinyatakan sembuh, sedangkan pada kelompok yang diberi plasebo hanya 54,5 persen saja.
Sementara itu, di India ada laporan penelitian yang mengatakan daun sirih mempengaruhi kesuburan pria, seperti dilaporkan oleh Indian Journal of Pharmacology. Efek daun sirih terhadap kesuburan laki-laki ini diujikan pada tikus. Diduga, pemberian ekstrak daun sirih yang mengandung alkohol secara oral pada tikus punya efek antikesuburan. Menurut laporan tersebut pemberian dosis ekstrak yang meningkat menyebabkan terjadinya penurunan jumlah sperma pada tikus. Di India, penelitian tentang daun sirih ini tidak hanya untuk kesuburan pria saja. Di sana, daun ini sudah diteliti untuk mengobati penyakit asma, bronkitis, rematik, lepra, dan sakit gigi, bahkan juga untuk disfungsi ereksi. Sayangnya, belum banyak penelitian sejenis di Indonesia.                                                                                                                  
 B. Maksud dan Tujuan
            Tujuan percobaan efektifitas antibiotik adalah untuk mengetahui obat/antibiotic yang sering dikonsumsi untuk mengobati penyakit tertentu
C. Waktu dan Tempat
                Waktu : Jumat , 10 februari 2012
               Tempat : laboratorium biologi  SMA NEGERI 3 SENGKANG.
D.Metode Pengambilan Data
       Pengambilan data diambil melalui hasil penelitian penelitian dari yang pernah dilaksanakan serta materi-materi dari laporan ini kami ambil melalui referensi buku dan internet yang kami temukan




              

           

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A.      DASAR TEORI

            Antibiotik termasuk jenis obat yang cukup sering diresepkan dalam pengobatan modern.    Antibiotik adalah zat yang membunuh atau menghambat pertumbuhan bakteri.
Sebelum penemuan antibiotik yang pertama, penisilin, pada tahun 1928, jutaan orang di seluruh dunia tak terselamatkan jiwanya karena infeksi-infeksi yang saat ini mudah diobati.
Ketika influenza mewabah pada tahun 1918, diperkirakan 30 juta orang meninggal, lebih banyak daripada yang terbunuh pada  perang Dunia I.
Pencarian antibiotik telah dimulai sejak penghujung abad ke 18 seiring dengan meningkatnya pemahaman teori kuman penyakit, suatu teori yang berhubungan dengan bakteri dan mikroba yang menyebabkan penyakit.
gSaat itu para ilmuwan mulai mencari obat yang dapat membunuh bakteri penyebab sakit. Tujuan dari penelitian tersebut yaitu untuk menemukan apa yang disebut "peluru ajaib", yaitu obat yang dapat membidik/menghancurkan mikroba tanpa menimbulkan keracunan.
            Pada permulaan tahun 1920, ilmuwan Inggris Alexander Fleming melaporkan bahwa suatu produk dalam airmata manusia dapat melisiskan (menghancurkan) sel bakteri. Zat ini disebut lysozyme, yang merupakan contoh pertama antibakteri yang ditemukan pada manusia.
Seperti pyocyanase, lysozyme juga menemukan jalan buntu dalam usaha pencarian antibiotik yang efektif, karena sifatnya yang merusak sel-sel bakteri non-patogen.
Namun pada tahun 1928 Fleming secara kebetulan menemukan antibakteri lain. Sekembali liburan akhir pekan, Fleming memperhatikan satu set cawan petri lama yang ia tinggalkan. Ia menemukan bahwa koloni Staphylococcus aureus yang ia goreskan pada cawan petri tersebut telah lisis.
Lisis sel bakteri terjadi pada daerah yang berdekatan dengan cendawan pencemar yang tumbuh pada cawan petri. Ia menghipotesa bahwa suatu produk dari cendawan tersebut menyebabkan lisis sel stafilokokus. Produk tersebut kemudian dinamai penisilin karena cendawan pencemar tersebut dikenali sebagai Penicillium notatum.
Walaupun secara umum Fleming menerima pujian karena menemukan penisilin, namun pada kenyataannya secara tehnik Fleming "menemukan kembali" zat tersebut.
Semula Ernest Duchesne, seorang mahasiswa kedokteran Perancis, yang menemukan sifat-sifat penisilium pada tahun 1896, namun gagal dalam melaporkan hubungan antara cendawan dan zat yang memiliki sifat-sifat antibakteri, sehingga Penisilium dilupakan dalam komunitas ilmiah sampai penemuan kembali oleh Fleming.
Meskipun ada lebih dari 100 macam antibiotik, namun umumnya mereka berasal dari beberapa jenis antibiotik saja, sehingga mudah untuk dikelompokkan. Ada banyak cara untuk menggolongkan antibiotik, salah satunya berdasarkan struktur kimianya. Berdasarkan struktur kimianya, antibiotik dikelompokkan sebagai berikut:
  a). Golongan Aminoglikosida
Diantaranya amikasin, dibekasin, gentamisin, kanamisin, neomisin, netilmisin, paromomisin, sisomisin, streptomisin, tobramisin.
  b). Golongan Beta-Laktam
Diantaranya golongan karbapenem (ertapenem, imipenem, meropenem), golongan sefalosporin (sefaleksin, sefazolin, sefuroksim, sefadroksil, seftazidim), golongan beta-laktam monosiklik, dan golongan penisilin (penisilin, amoksisilin).
  c). Golongan Glikopeptida
Diantaranya vankomisin, teikoplanin, ramoplanin dan dekaplanin.
  d). Golongan Poliketida
Diantaranya golongan makrolida (eritromisin, azitromisin, klaritromisin, roksitromisin), golongan ketolida (telitromisin), golongan tetrasiklin (doksisiklin, oksitetrasiklin, klortetrasiklin).
   e). Golongan Polimiksin
Diantaranya polimiksin dan kolistin.
   f). Golongan Kinolon (fluorokinolon)
Diantaranya asam nalidiksat, siprofloksasin, ofloksasin, norfloksasin, levofloksasin, dan trovafloksasin.
   g). Golongan Streptogramin
Diantaranya pristinamycin, virginiamycin, mikamycin, dan kinupristin-dalfopristin.
   h). Golongan Oksazolidinon
Diantaranya linezolid dan AZD2563.
    i). Golongan Sulfonamida
Diantaranya kotrimoksazol dan trimetoprim.
    j). Antibiotika lain yang penting, seperti kloramfenikol, klindamisin dan asam fusidat.
            Berdasarkan mekanisme aksinya, yaitu mekanisme bagaimana antibiotik secara selektif meracuni sel bakteri, antibiotik dikelompokkan sebagai berikut:
  1. Mengganggu sintesa dinding sel, seperti penisilin, sefalosporin, imipenem, vankomisin, basitrasin.
  2. Mengganggu sintesa protein bakteri, seperti klindamisin, linkomisin, kloramfenikol, makrolida, tetrasiklin, gentamisin.
  3. Menghambat sintesa folat, seperti sulfonamida dan trimetoprim.
  4. Mengganggu sintesa DNA, seperti metronidasol, kinolon, novobiosin.
  5. Mengganggu sintesa RNA, seperti rifampisin.
  6. Mengganggu fungsi membran sel, seperti polimiksin B, gramisidin.


BAB III
METODE KERJA

A.      ALAT DAN BAHAN
-          Agar-agar berwarna putih
-          Kaldu sapi
-          Gula
-          Plastik
-          Alkohol
-          Cawan petri
-          Daun siri  5 lembar

B.      CARA KERJA
-          pertama, sterilkan tangan terlebih dahulu dengan alcohol
-          masukkan 1 blok kaldu sapi kedalam wajan atau dapat menggunakan gelas kimia, ditambahkan gula pasir 5 gr, agar-agar 1/3 bungkus dan air hingga 150 ml
-          semua bahan diaduk dan dipanaskan hingga mendidih
-          setelah mendidih, medium dituang ke dalam cawan petri
-          diamkan medium hingga dingin
-          setelah medum jadi, haluskan daun siri, pisahkan ampas dengan airnya
-          pada 3 cawan petri, cawan petri pertama tidak dibubuhi air daun siri, cawan petri kedua sebagai perbandingan ½ dibubuhi air daun siri dan ½ tidak  dibubuhi sama sekali, cawan petri ke tiga sebagai uji coba dibubuhi air daun siri secara keseluruhan dan merata.





BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

A.      HASIL PENELITIAN

GAMBAR MEDIUM PERTUMBUHAN MIKROORGANISME
                                                                       
   
(1)                                                        (2)                                           (3)
Gambar diatas  adalah medium pertumbuhan mikroorganisme yang telah di bubuhi oleh salah satu jenis antibiotic yaitu air daun siri
gambar (1) tidak dibubuhi air daun siri,
gambar (2) sebagai perbandingan, ½ dibubuhi air daun siri dan ½ tidak  dibubuhi sama sekali
 gambar (3) sebagai uji coba dibubuhi air daun siri secara keseluruhan dan merata.






GAMBAR MEDIUM PERTUMBUHAN MIKROBA PADA MINGGU PERTAMA

 
(1)                                            (2)                                                   (3)

Pada medium (1) yang dibubuhi air daun sirih secara keseluruhan tidak terdapat sedikitpun jamur
Pada medium (2) yang dibubuhi air daun sirih ½ dari medium terdapat ½  jamur yang terlihat
Pada medium (3) yang tidak dibubuhi air daun sirih samasekali terlihat di tumbuhi jamur pada seluruh permukaannya.







GAMBAR MEDIUM PERTUMBUHAN MIKROBA PADA MINGGU KEDUA

B.      PEMBAHASAN
      Hasil percobaan dapat kita lihat pada gambar diatas, pada percobaan minggu Pertama hasil yang kita dapatkan sebagai kesimpulan bahwa medium yang dibubuhi air daun sirih secara keseluruhan tidak ditumbuhi oleh jamur, medium yang dibubuhi ½ dari medium, tumbuh jamur pada ½ bagian yang tidak terkena bubuhan air daun sirih, begitu pula dengan medium yang tidak dibubuhi sedikitpun, jamur tumbuh pada seluruh permukaannya, hal ini berarti bahwa air daun sirih dapat digunakan sebagai antibiotic yang ampuh untuk melawan pertumbuhan jamur. Disamping itu pada medium pertumbuhan mikroorganisme minggu kedua terlihat ketiga permukaan medium dipenuhi oleh jamur hal ini berarti zat antibiotik ( daun sirih) memiliki kapasitas waktu fungsi, artinya zat antibiotic ini tidak dapat bertahan lama, kecuali dibantu dengan zat kimia.
                




BAB V
PENUTUP
A.      Kesimpulan
     Pada percobaan diatas dapat disimpulkan bahwa daun sirih termasuk sebagai salah satu tumbuhan yang mengandung zat antibiotik yang anti jamur,dan sangat berkhasiat untuk melawan pertumbuhan jamur candida albicans yang menyebabkan keputihan, namun zat antibiotic ini tidak mampu menjadi pertahanan yang lebih lama karena memiliki kapasitas fungsi yang tidak lama, sehingga untuk membuatnya bertahan lama kita membutuhkan zat kimia.
B.      Saran
               zat antibiotik alami sangat aman untuk kita gunakan, jadi sebaiknya menggunakan daun sirih jiak mengalami keputihan dan sebagainya untuk menghindari zat kimia yang yang berbahaya.















                             DAFTAR PUSTAKA
www.beritaiptek.com/zberita-beritaiptek-2006-01-10-Antibiotik,-Si-Peluru-Ajaib-(Bagian-Pertama).shtml - 30k –
www.beritaiptek.com/zberita-beritaiptek-2006-01-12-Antibiotik,-Si-Peluru-Ajaib-(Bagian-Kedua).shtml - 28k -

makalah "ADENIUM"


KATA PENGANTAR
            Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT atas rahmat, hidayah dan karuniannya-Nya  sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas makalah yang berjudul “Cara Pembudidayaan Tanaman Adenium”.
            Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas mata pelajaran Muatan lokal (mulok),  dan berharap dapat menjadi acuan pembelajaran, dan menambah wawasan bagi  pembaca,juga terutama bagi penulis sendiri.
            Terima kasih kepada berbagai pihak yang telah membantu terselesaikannya makalah ini, namun sebagai manusia biasa yang tidak terlepas dari kekhilafan, makalah ini pun jauh dari kesempurnaan , oleh karena itu kritik dan saran yanga bersifat membangun demi kesempurnaan makalah selanjutnya sangat penulis harapkan, Semoga makalah ini dapat memberi manfaat bagi pembaca dan penulis pada khususnya.
Sengkang, 26 Oktober 2011

Penulis,

                                                                                                                               

BAB I
     PENDAHULUAN
A.Latar Belakang                                                                                                                   Adenium merupakan tanaman hias yang sangat fenomenal. Penggemarnya bervariasi dari kalangan elit sampai kalangan bawah, ditandai dari ditemukannya tanaman ini di rumah-rumah mewah sampai di rumah-rumah pedesaan.  Hal ini tentu karena harganya yang juga bervariasi sesuai jenis ataupun ukuran tanaman. Penyilangan dan pemilihan secara intensif membuat kian beragamnya jenis adenium. Hibridisasi pada awalnya melibatkan indukan Adenium obesum yang disilangkan dengan multiflorum dan somalense juga swazicum. Sedangkan Adenium arabicum dan socotranum mempunyai jalur tersendiri karena tidak bisa disilangkan dengan species lain. Dipilih obesum sebagai indukan karena termasuk paling mudah berbiji. Kebanyakan hibrida bernama saat ini mengandung sedikit ”darah” multiflorum dan somalense. Ada puluhan jenis adenium bernama yang sudah dikenal luas, meskipun sebenarnya jenis hibrida adenium ada ratusan bahkan ribuan.  Biasanya adenium hibrida dipilih warna bunga yang bagus dan rajinnya berbunga. Namun ada pula yang dipilih karena corak daun dan pola pertumbuhan.  Adenium hibrida ini biasa disambung/digrafting sebagai batang atas karena bunga ataupun coraknya yang bagus, sedangkan batang bawah berasal dari biji yang berbonggol bagus. Dengan cara ini anakan pasti akan mempunyai tipe seperti indukannya dengan bonggol yang membesar. Di Taiwan ada pula biji hibrida yang bernama, namun anakannya tidak akan 100% seperti indukannya. Tingkat kesamaan dengan induknya antara 20%-80% dari anakan. Cara ini akan mendapatkan anakan yang lebih halus tanpa bekas sambungan. Namun di Thailand, cara ini tidak digunakan melainkan anakan dibedakan menurut warna, yaitu pink, merah, putih dan ungu. Sehingga anakan hampir pasti akan berwarna sesuai yang telah ditentukan.   
B. Rumusan Masalah                                                                                                                                                                    
1.      Bagaimana klasifikasi tanaman adenium?
2.      Bagaimana cara memelihara tanaman adenium?
3.      Bagaimana cara membudidayakan tanaman adenium?
4.      Bagaiana cara menyilangkan tanaman adenium?
5.      Bagaimana cara menyambung tanaman adenium?
6.      Bagaimana cara menyelamatkan akar tanaman adenium yang busuk?
C.Tujuan
1.       Untuk mengetahui klasifikasi  tanaman adenium
2.       Untuk mengetahui cara memelihara tanaman adenium
3.       Untuk mengetahui cara membudidayakan tanaman adenium
4.       Untuk mengetahui cara menyilangkan tanaman adenium
5.       Untuk mengetahui cara menyambung tanaman adenium
6.       Untuk mengetahui cara menyelamatkan akar tanaman adenium yang busuk







                                                     

                                                                        BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

1.Klasifikasi tanaman Ade           nium                                                                                    Kingdom: Plantae                                                                                    (unranked): Angiosperms                                                                  (unranked): Eudicots                                                                       (unranked): Asterids                                                                                    Order: Gentianales                                                                                         Family: Apocynaceae                                                                           Subfamily: Apocynoideae                                                                          Tribe: Wrightieae                                                                                              Genus: Adenium

2. Cara pemeliharaan                                                                                                                   

Adenium merupakan tanaman yang berumur panjang. Tanaman ini berasal dari daerah tropis, meski ditemukan di gurun pasir,dan tidak dapat tumbuh pada keadaan suhu yang sangat dingin,juga pada suhu yang sangat panas.
Adenium membutuhkan media yang cukup mengandung udara dan mampu menahan kelembaban agar pertumbuhannya maksimal. pemilihan media yang tepat merupakan kebijakan dari masing2 pemelihara yang disesuaikan dengan penyiraman yang dilakukan. Jika penyiraman sering, maka diperlukan media yang tidak mengikat air, tapi jika jarang dilakukan penyiraman, maka media yang digunakan adalah yang cukup mengikat air. Campuran media yang sering digunakan adalah:
 =>Cocopeat (serbuk sabut kelapa)
 =>cocochunk (cacahan sabut kelapa),
=>pasir kasar
=>sekam bakar
=>pupuk kandang, pupuk kompos, =kerikil,
=>daun kering, dan lain-lain.
Segala macam pot dapat dipakai. Kita harus hati-hati dengan pot gerabah ataupun keramik, karena dapat pecah saat bonggol membesar dan tidak muat dalam pot tersebut. Sebaiknya gunakan pot gerabah atau keramik yang berdinding tebal sehingga tidak mudah pecah. Pot plastik juga baik karena ringan dan tidak mudah pecah.  Lubang drainase haruslah besar dan banyak untuk menjamin tidak adanya penyumbatan air yang berakibat fatal. Di bagian bawah biasanya diberi kain jala untuk mencegah tergerusnya media ke luar dari pot.  Besar pot hendaknya disesuaikan dengan masa pertumbuhan dari adenium yang ditanam. Pot tidak boleh terlalu besar yang dapat mengakibatkan percabangan akar yang terlalu banyak.  Saat akar/bonggol adenium sudah tidak muat di suatu pot, maka saatnya untuk memindahkan ke pot yang lebih besar. Pemindahan ini dapat dilakukan dengan membersihkan media yang lama dan diganti yang baru, atau jika media lama masih laik maka dapat pula disisakan dan di sela-sela-nya diisi dengan media yang baru. Saat yang tepat untuk mengganti pot adalah ketika adenium sedang dalam masa tumbuh aktif. Harus hati-hati dengan kemungkinan bonggol terlukai sat transplantasi. Bonggol yang terluka dapat mengakibatkan busuk saat dilakukan penyiraman. Jika bonggol ternyata terluka, jangan sirami selama sekitar seminggu agar luka-nya sembuh terlebih dahulu.              c. Pengairan/penyiraman
Cara melakukan penyiraman adalah dengan menyemprot ataupun mengucurkannya langsung ke media. Jika dipilih cara semprot, maka harus hati-hati karena air seringkali tidak cukup membasahi media. Lakukan penyiraman sampai ada air yang mengalir keluar dari dasar pot, tapi perhatikan lubang bawah pot, jangan sampai air mengendap sehingga menuebabkan akar tanaman membusuk                                                                                          d. Suhu
Adenium menyukai suhu panas sedang seperti di daerah tropis(30 -35 C). Namun, semakin panas akan mengakibatkan bunga berumur pendek atau cepat layu. Suhu yang dingin pada malam hari (di bawah 10 C) akan meyebabkan adenium berhenti tumbuh.
         e. Pemupukan
pemupukan yang berlebihan akan menyebabkan tanaman adenium akan mati. Untuk yang tidak suka repot, cukup tambahkan pupuk kandang yang merupakan slow release fertilizer, sehingga tak akan membunuh adenium. Pupuk kimia biasa seperti urea, KCL, TSP dapat pula digunakan, namun dosisnya harus sangat diperhatikan. Biasanya pupuk kimia ini dilarutkan dalam air siraman agar penyerapan jadi merata dan optimal.
           f. Pemangkasan
Adenium yang batangnya sudah terlalu panjang haruslah dipangkas. Tak perlu takut tanaman akan mati jika tanpa daun, karena adenium sudah punya cadangan makanan di bonggolnya untuk dapat bertahan hidup. Pemangkasan ini berguna untuk menyegarkan kembali agar tampak lebih indah. Agar adenium bercabang lebih dari satu, maka pemangkasan dilakukan saat adenium sedang tumbuh (bukan masa dorman). Jika waktunya salah, maka adenium tidak akan bercabang banyak, melainkan hanya tumbuh satu tunas saja. Setelah beberapa minggu tunas baru akan muncul, jadi haruslah sabar dan jangan terlalu banyak menyirami.
Pemangkasan ini juga berfungsi memacu pembungaan yang banyak. Biasanya, bunga yang banyak akan tumbuh setelah 3 bulan sebelumnya dipangkas dan diberi stressing pada pembungaan.
3. Cara budidaya tanaman Adenium
Adapun cara pembudidayaan  antara lain :
a. biji
             Perkembangbiakan dari biji merupakan cara untuk mendapatkan jenis-jenis adenium baru. Adenium dari biji menunjukkan bonggol yang membesar, tidak seperti perbanyakan cara vegetatif.                                                                                    b.sambung                                                                                                                                           Cara yang paling banyak dipakai untuk memperbanyak adenium hibrida adalah dengan cara sambung/grafting. Batang bawah berasal dari biji yang bonggolnya bagus dengan batang atas dari jenis hibrida yang dikehendaki. Setelah beberapa waktu, bekas sambungan akan menghilang dan jadilah tanaman baru yang bagus.  Batang bawah biasa dipilih yang berumur 9-12 bulan, namun batang bawah yang lebih besar juga bisa dipakai dengan menyambung di setiap cabangnya. Kandungan energi di bonggol akan memberi pertumbuhan yang baik dan sehat bagi batang atas sehingga cara sambung ini mempunyai tingkat kesuksesan tinggi.  Sambungan model v adalah yang paling sering dipakai karena memiliki tingkat keberhasilan yang paling tinggi, meski bisa juga dilakukan dengan model rata.  Dibutuhkan waktu 10 sampai 30 hari agar sambungan menyatu. Jangan lupa melepas tali sambungan agar tidak menganggu penyerapan makanan ke batang atas. Setelah beberapa saat, cabang baru dapat muncul dari batang bawah, cabang ini sebaiknya dipangkas agar tidak mengganggu.                                                                                                     c. stek
Cara ini sering digunakan karena kemudahannya. Namun tingkat keberhasilan tumbuhnya kecil karena mudahnya terjadi pembusukan. Dengan cara ini sulit didapat bonggol yang bagus, membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk menyamai besar bonggol adenium yang berasal dari biji. Dahulu cara ini yang biasa dilakukan untuk memperbanyak kamboja jepang (adenium varietas “ Singapore ”) yang notabene mandul. Cara ini masih dilakukan untuk varietas-varietas yang murah. Namun untuk jenis hibrida sepertinya cara ini hanya dilakukan saat terpaksa saja, yaitu dimana tidak ada batang bawah yang bagus padahal ada batang atas yang terlanjur dipotong. Cara-nya sederhana saja, potongan batang yang akan di-stek dipangkas daunnya. Setelah itu oleskan zat perangsang akar pada bekas potongan. Setelah satu malam diangin-anginkan baru ditancapkan pada media tanam. Biarkan media sedikit lembab, tidak basah, tidak pula kering. Setelah beberapa lama akar akan muncul diikuti dengan tumbuhnya tunas.
d. cangkok
Mencangkok dilakukan untuk mengurangi kegagalan yang biasa terjadi dengan cara stek. Dengan mencangkok, akar akan tumbuh lebih dulu baru ditanam, sehingga tanaman dapat langsung menyerap unsur hara dari tanah. Namun diperlukan tenaga ekstra untuk melakukan pencangkokan, sehingga cara ini jarang dipakai. Pertamakali harus dipilih batang yang sudah cukup tua, ditandai dengan batang yang berwarna coklat, bukan hijau. Dipilih batang yang tua karena batang yang muda sangat rentan patah dan sukar untuk dikupas kulitnya secara benar. Hal ini terjadi karena batangnya yang masih lunak dan sulit dicari letak kambiumnya sehingga pengupasan kulit bisa tanpa sengaja terlalu dalam.  Cara mencangkok seperti mencangkok tanaman berkambium pada umumnya. Kulit dikupas melingkar batang sampai terlihat kambiumnya, kambium tersebut lalu dihilangkan dengan cara dikerok sampai kambiumnya tidak bersisa. Kemudian bekas kupasan itu ditutup dengan media tanam. Media tersebut harus selalu lembab untuk memastikan akar akan tumbuh. Setelah 2 bulan maka akan tumbuh akar yang cukup sehingga cangkokan siap dipindah menjadi tanaman tersendiri.
7.      Cara menyilangkan adenium
adapun langkah menyilangkan tanaman adenium adalah:
  • pilih bunga yang sudah tua (umur 4 hari) untuk diambil serbuk sari-nya.
  • gunakan kuas ataupun cottonbud yang basah untuk mengambil serbuk sari. Jika perlu sobek sebagian bunga agar serbuk sari yang berwarna kuning tersebut kelihatan.
  • pilih bunga yang segar (umur 2 hari) untuk indukan betina.
  • buka bagian tengah bunga sampai kelihatan putiknya. Putik bunga berwarna putih kehijauan dan sedikit lengket.
  • Oleskan serbuk sari pada putik tersebut.
  • Setelah 4 hari bunga akan gugur dan akan muncul buah berbentuk polong.
8.     Cara menyambung/grafting adenium
Menyambung adalah cara yang paling sering digunakan untuk memperbanyak adenium hibrida. Cara ini juga berfungsi mempercepat pertumbuhan batang atas apabila masih kecil.  Batang bawah dipilih yang bonggolnya bagus. Batang bawah haruslah sedang aktif tumbuh, sedangkan batang atas boleh sedang tumbuh ataupun dorman.
Langkah-langkahnya:
  • potong batang bawah berbentuk V.
  • potong batang atas berbentuk V, kebalikan dari batang bawah.
  • masukkan batang atas ke batang bawah di potongan yang telah dibuat.
  • cocokkan kambium di batang atas dan si batang bawah di salah satu sisi. Sebenarnya pencocokan di kedua sisi lebih baik, tapi besar batang atas dan batang bawah haru s sama.
  • sambungan ditali dengan tali plastik seerat mungkin.
  • lindungi sambungan tersebut dari air dengan cara menutupinya dengan plastik transparan.
  • setelah sambungan menyatu dengan baik (sekitar 1 bulan) lepaskan ikatannya.
9.      menyelamatkan akar membusuk
Jika daun tiba-tiba banyak yang menguning dan rontok, bisa-bisa ini tanda-nya akar membusuk. Adenium yang begini harus segera diselamatkan agar tidak mati. Sebab akar membusuk adalah penyerapan air yang terlalu banyak dan penyerapan air yang bukan melalui jalurnya yaitu melalui luka.
Cara mencegah agar tidak membusuk karena masalah penyerapan air antara lain adalah:
  • Gunakan media yang porous.
  • Lubang drainase harus lancar.
  • Jika adenium sedang bukan dalam masa tumbuh aktif, maka media harus dibiarkan sedikit mengering sebelum dilakukan penyiraman berikutnya.
Catatan: seringnya menyirami tergantung berbagai faktor seperti: adenium sedang aktif tumbuh atau tidak, umur adenium, besar adenium, daya dari media untuk menahan air, dan besarnya pot. Jadi, adenium dapat disirami tiap hari, dua hari sekali, tiga hari sekali, berbeda-beda menurut kebutuhan dari masing-masing tanaman.
Cara mencegah busuk karena luka:
  • Hati-hati saat melakukan transplantasi, jangan sampai melukai akar.
  • Sterilkan alat untuk melakukan training akar.
  • Lakukan transplantasi ataupun training hanya saat adenium sedang aktif tumbuh.
  • Jika ada luka pada akar (sengaja ataupun tidak) biarkan luka mengering sebelum ditanam dan baru disiram setelah ada tanda-tanda pertumbuhan (sekitar 1 minggu).
Jika adenium kita terlanjur menunjukkan tanda-tanda membusuk, maka segera cabut dari pot-nya. Cuci bersih lalu buang bagian yang busuk menggunakan pisau steril. Jangan ragu-ragu untuk membuang bagian yang busuk, sedikit saja tersisa, dapat membuat busuk menjalar. Olesi luka dengan fungisida dan biarkan luka mengering. Lama-nya luka mengering berbeda-beda menurut keadaan luka (bisa beberapa hari sampai berapa puluh hari). Jika ternyata luka tidak mengering, malah basah, artinya ada sedikit busuk yang masih tertinggal dan menjalar. Tega-lah memotong akar yang busuk sampai tidak ada sedikitpun tersisa atau busuk kembali muncul. Setelah luka benar benar kering, maka adenium siap ditanam kembali..