Free Flower Color Change1 Cursors at www.totallyfreecursors.com
mutmainnah syam: HUMOR

daun

Wys tans plasings met die etiket HUMOR. Wys alle plasings
Wys tans plasings met die etiket HUMOR. Wys alle plasings

Maandag 10 Junie 2013

DIATAS BAHAYA


Malam ini udara dingin sekali. Vivin yang sedang berdiri di halte, mengusap-usap telapak tangannya untuk mengusir dingin. Sayup-sayup terdengar suara burung hantu di kejauhan. Vivin mengutuk bossnya dalam hati, karena memaksanya berangkat pada jam yang sangat tidak menyenangkan ini.
Vivin ditugaskan untuk mengantarkan sebuah paket ke sebuah gudang tua di ujung kota. Perjalanan ke sana memerlukan waktu sekitar setengah jam, dan satu-satunya jenis angkutan umum yang tersedia adalah bis bertingkat yang sudah tua dan jalannya lambat. Setelah menunggu lama, akhirnya bis itu muncul.
Vivin pun naik. Hanya ada beberapa penumpang saja yang terlihat. Vivin terus melangkah menuju tangga karena dia memutuskan untuk duduk di tingkat atas saja. Tetapi langkahnya dihentikan oleh seorang nenek keriput yang duduk di dekat tangga. Nenek itu berkata,"Jangan naik ke atas, nak. Di atas berbahaya."
Vivin terkejut. Dia pernah mendengar kisah-kisah menyeramkan tentang bis bertingkat seperti yang pernah diceritakan teman-temannya. Karena merasa ngeri, Vivin pun mengurungkan niatnya untuk naik ke atas. Setelah memilih sebuah bangku yang agak jauh, Vivin duduk sambil membayangkan hal-hal yang mengerikan yang mungkin terjadi.
Perjalanan 30 menit yang menegangkan itu pun akhirnya dapat dilalui. Vivin telah sampai di tempat tujuannya, ketika bis bertingkat itu berhenti di sebuah halte. Vivin turun sambil menarik nafas lega, sementara bis itu kembali melanjutkan perjalanannya.
Keesokan malamnya, satu malam sebelum malam Imlek, Vivin kembali ditugaskan bossnya untuk mengantarkan sebuah paket lagi ke gudang yang sama. Vivin pun kembali berangkat menuju halte. Bis yang sama dengan bis yang kemarin muncul lagi. Vivin naik. Penumpang bis yang terlihat hanya beberapa orang saja. Vivin lalu berjalan menuju tangga.
Tetapi di sana Vivin kembali dihentikan oleh seorang nenek keriput yang duduk di dekat tangga. Nenek yang sama dengan yang kemarin. Nenek itu berkata,"Jangan naik ke atas, nak. Di atas berbahaya.". Vivin teringat dengan pengalamannya kemarin. Ia merasa takut dan memilih untuk duduk di sebuah bangku yang agak jauh dari tangga.
Setelah 30 menit, bis bertingkat itu akhirnya berhenti di halte tempat tujuan Vivin. Vivin turun dengan perasaan lega. Dan bis itu pun melanjutkan perjalanan kembali. Keesokan harinya, Vivin kembali diberi tugas oleh bossnya untuk mengantarkan sebuah paket lagi ke gudang yang sama dengan sebelumnya. Vivin menunggu bis di halte sambil melihat ke sekelillingnya.
Ketika bis bertingkat yang ditunggunya datang, Vivin naik. Bis itu adalah bis yang sama dengan yang kemarin. Vivin melihat ke arah bangku di dekat tangga, dan benar saja, nenek yang sama dengan yang kemarin terlihat duduk di situ. Vivin lalu mendekati nenek keriput itu.
Sebelum nenek itu berkata apa-apa, Vivin mendahuluinya, "Nek, apapun yang akan Nenek katakan, saya tetap akan naik dan duduk di atas. Malam ini adalah malam begitu cerah, saya tidak takut akan sesuatupun." Tanpa menunggu jawaban apa-apa dari nenek tua itu, Vivin lalu naik ke atas. Tidak ada penumpang satu orang pun di atas. Vivin memilih untuk duduk di dekat jendela, dan menunggu dengan perasaan tegang.
Tetapi hingga 30 menit berlalu, tidak terjadi apa-apa. Akhirnya Vivin sampai di tempat tujuan, dan bis itu berhenti di sebuah halte. Vivin turun dari tingkat atas dan mencari si nenek keriput di dekat tangga. Setelah bertemu, lalu Vivin bertanya, "Nek, kenapa sih, Nenek melarang penumpang untuk naik ke atas? Saya sudah mencoba sendiri, ternyata di atas tidak ada apa-apa yang membahayakan. Sebenarnya ada apa sih, nek?".
Sambil menunjukkan jarinya ke atas, nenek keriput itu menjawab, "Di atas berbahaya, nak. Tidak ada supirnya." 

KHUSYUK


Anton, Andy dan Anang adalah temen deket bahkan sholat tarawih aja mereka harus berjajar. Ketika sedang sholat tarawih, Anton berbisik sama Andy.
Anton : "Waduh gawat Hp ku ketinggalan di tempat wudhlu."
Andy : "Ton, kamu nggak tau hukum sholat ya?"
Anton : "Kenapa emang?"
Andy : "Sholat itu nggak boleh ngomong."
Anton : "O,iya,ya..."
Ternyata Anang mendengar kata Andy.
Anang : "Iya ton sholat tu kayak aku nich nggak ngomong baru namanya khusuk." 

69 ENAM PULUH SEMBILAN


Dua orang karyawati sedang ngerumpi saat jam makan siang
A: Tau ga 70 hal yang paling disukai wanita?
B: Emangnya apaan koq banyak banget?
A: Pertama, Shopping....
B: Terus yang berikutnya apa?
A: Emm..sisanya 69 (enam sembilan) he..he...
B: ??????? 

AIR MINUM


Seorang anak laki-laki disuruh tidur oleh bapaknya karena waktu tidur malam sudah tiba...lima menit kemudian, dari dalam kamar terdengar suara: "Pa-ak..."
"Apa?"
"Saya haus. Tolong ambilkan air minum, ya?"
"Tidak. Sudah waktunya tidur. Lampu² sudah dimatikan."
Lima menit kemudian: "Pa-aaaak..."
"APA?" Bapaknya sudah mulai marah.
"Saya HAUS... Tolong ambilkan air minum, dong??"
"Sudah bapak bilang TIDAK! Kalau masih minta lagi, nanti bapak pukul pantatmu!!"
Lima menit kemudian: "Paaaa-aaaak..."
"APA??!!" Bapaknya menjadi marah sekali
"Kalau bapak masuk kamar untuk memukul pantatku, tolong sekalian bawakan air minum, ya?" 

KETURUNAN YUGOSLAVIA


Seorang guru baru tengah mengabsen murid-muridnya. Sang guru tertarik dengan sebuah nama, dan dengan penasaran si guru lalu memanggil muridnya.
Guru: "Smary Saklitinov, coba kemari!"
Murid: "Ya bu, saya."
Guru: "Sini kamu nak, kamu keturunan Yugoslavia yach?"
Murid: "Nggak bu!"
Guru: "Lalu kenapa nama kamu Smary Saklitinov?"
Murid: "Oo...itu, Smary itu singkatan dari nama bapak saya (S)urtono dan ibu saya (Mary) anti.
Guru: "Mmmm...lalu Saklitinov?"
Murid: "Sabtu Kliwon Tiga November.

MIMPI


Pada saat bangun pagi seorang wanita berkata pada suaminya, "Tadi malam Aku bermimpi engkau memberi aku sebuah kalung berlian di hari Valentine ini. Bagaimana pendapatmu mengenai mimpiku itu?".
"Engkau akan segera mengetahuinya malam ini juga, Sayang," jawab suaminya. Malam itu si suami memberikan kepada istrinya sebungkus kado.
Dengan hati berdebar-debar penuh kebahagiaan sang istri membuka kado itu perlahan-lahan dan isi kado itu adalah sebuah buku yang berjudul: "Arti-arti Mimpi". 

ZAMAN SUSAH


Zaman sekarang serba susah.
Mau nabung, ngga punya duit.
Mau kawin, ngga ada yang mau.
Mau kerja, ngga ada lowongan.
Mau sekolah lagi, IQ terbatas.
Mau piara ikan Laohan, mahal biayanya.
Mau piara doberman, boros makannya.
Mau piara kambing, susah nemu rumputnya.
Mau piara kucing, brisik kawinnya.
Mau piara anjing, entar dikira saingan.
Mau piara gajah, susah kandangnya.
Tapi yang lebih nyusahin adalah piara karyawan model beginian, kerjanya baca email melulu...!
Ayo kerja!, baca email terus!, nganggur yah..??? 

KEMBALIAN


Kereta api berhenti di stasiun Karawang sebelum melanjutkan perjalanannya. Pak Urip menjulurkan kepala lewat jendela. Seorang anak kecil berdiri dekat jendela. "Jang, jang, jang " panggilnya.
Anak itu mendekat. Pak Urip mengulurkan uang seribu rupiah, "Minta tolong di belikan dua potong roti, satu untuk kamu," katanya. Si anak pergi namun lama baru kembali sambil mengunyah roti. Ia mengembalikan uang lima ratus rupiahnya.
"Pak, roti yang ini tinggal satu-satunya di warung. Jadi terpaksa saya beli. Kembaliannya ini buat Bapak," katanya. Lalu ia sambil mengunyah roti pergi meninggalkan bapak Urip.

PENGHARUM NAFAS


Seorang gadis bernama ceplos di dalam bis kota membaca statistik kelahiran dan kematian penduduk dalam sebuah surat kabar.
Sambil menghela napas, berkatalah si ceplos kepada lelaki yang duduk di sampingnya. "Bayangkan, pak, tiap kali kuhembuskan napas, seorang penduduk mati."
"Ck...ck...ck....," si lelaki menggeleng-gelengkan kepalanya. "Apakah anda tidak pernah memikirkan untuk memakai pengharum napas?" 

KELUARGA


Si Anto adalah anak SD kelas satu. Dia punya satu teman sekolah namanya Clara. Si Clara cantik dan manis. Singkat cerita, si Anto jatuh hati pada si Clara, ternyata Clara juga punya hati pada si Anto.
Suatu hari, karena nggak tahan lagi, si Anto berkata kepada si Clara, "Clara, aku suka kepadamu. Sayang kita masih kecil, bila nanti kita sudah dewasa, kita menikah ya...?!"
Dengan wajah yang memerah merona, si Clara menjawab, "Anto, bukannya aku menolak .. aku sih mau aja. Tapi dalam keluarga kami, kami hanya menikah sesama kerabat saja. Paman menikah dengan bibi, kakek menikah dengan nenek, dan bahkan papa menikah dengan mama."
"Padahal kan kamu bukan kerabat aku Anto." Mendengar jawaban si Clara, si Anto patah hati.... 

DEMO


Terjadi sebuah aksi mogok kerja di sebuah pabrik sepatu. Para pekerja menuntut kenaikan gaji. Setelah musyawarah dengan pimpinan perusahaan, para wakil pekerja setuju mengakhiri pemogokan.
Lalu mereka memasang pengumuman :
"Permintaan sudah dipenuhi. Kita akan bekerja lagi seperti biasa. Tapi dengan catatan, hanya membuat sepatu yang sebelah kanan. Sisanya kita buat setelah kenaikan gaji direalisasikan. Terima kasih."

PANTAT


Di suatu rumah sakit jiwa terdapat tiga pasien yang ingin di tes kewarasannya oleh sang dokter, maka dipanggillah pasien2 tersebut.
Dokter : "Pasien A, apa namanya ini ..?" (sambil nunjuk hidung)
Pasien A : "Telinga dok ...."
Dokter : "Ah... ternyata kamu belum waras", sambil memanggil pasien kedua
Dokter : "Apa namanya ini ..?" (sambil nunjuk mata)
Pasien B : "Mulut dok...."
Dokter : "Wah kamu lebih parah", dan si dokter memanggil pasien terakhir....
Dokter : "Apa namanya ini ...?" (sambil nunjuk mulut)
Pasien C : "Pasti mulut dong ...."
Dokter : "Wah kamu udah agak baikan... , tapi sekali lagi yah..."
Dokter : "Apa namanya ini ..?" (sambil nunjuk mata)
Pasien C : "Wah dokter ini bagaimana sih, itu khan mata dok."
Dokter : "Ternyata kamu betul-betul sudah waras....."
Pasien C : "Iya dong dok, orang khan mikir pake ini.." (sambil nunjuk jidat)
Dokter : "Apa namanya itu ...?"
Pasien C : "Pantat.......!!!!!"
Dokter : ???!!!

kabar baik dan kabar buruk


Sehabis cuti, Direktur kembali ke kantornya.
Sekertaris: "Pak Direktur, ada 2 berita untuk Bapak. Yang satu buruk,dan yang satunya lagi baik."
Direktur: "Mulailah dengan berita buruk itu."
Sekertaris: "Maaf Pak, sejak kemarin Bapak bukan direktur lagi."
Direktur: "Yang baik?"
Sekertaris: "Kita akan punya anak."